Kisah Nyata: Bangkitnya Sang Guru Mengaji.

Aku mengenalnya sebagai seorang guru mengaji. Aku adalah salah satu muridnya pada waktu itu.  Anak muda yang bervisi, cerdas, dan tampan. Guru yang paling ideal, dia mengajarkan hal-hal sederhana seputar islam, dan dia pun mencontohkan hal-hal yang dia ajarkan. Bentuk suri tauladan yang baik.

Sudah cukup lama aku tidak berinteraksi dengan beliau. Sejak beliau mengundurkan diri menjadi pengajar aktif di TPA kami, beliau lebih sibuk mengurus kegiatan dakwahnya yang lain, selain aktif berbisnis dan meneruskan kuliah di salah satu kampus swasta di Depok. Sekarang, beliau sudah menikah dengan seorang istri yang cantik dan dikaruniai seorang anak. Pasangan yang sangat ideal, tampan dan cantik, sholeh dan sholehah.

Hendakku pergi kerja, aku mendapati beliau sedang jalan-jalan pagi. Ada yang berbeda kali ini, beliau menggunakan kursi roda. Kami saling tatap dan melempar senyum. Senyuman beliau yang biasa, seakan tiada hal yang berbeda dari kondisinya.

Kecelakaan tragis yang dialami beliau, membuat beliau harus hidup bersama kursi roda. Seorang satpam yang sedang belajar mobil, menabrak motor yang dikendarai beliau dari belakang. Sempat koma cukup lama, walau pada akhirnya dapat diselamatkan, tapi selamat dengan cobaan baru yang tidak lebih mudah dari komanya, beliau lumpuh untuk selamanya. Karena kecelakaan ini pula, alat reproduksi beliau menjadi bermasalah.

Hari ini aku mendapati informasi beliau sudah mencoba beraktivitas seperti biasa. Walau tidak seleluasa disaat kondisi normal, namun beliau tidak patah arang.  Sangat khas karakter beliau, bangkit dan terus bervisi dengan keterbatasan yang ada. Beliau kembali mengajar anak-anak mengaji di rumahnya, kegiatan yang dahulu beliau lakoni. Terselip doa tulus dihati, semoga Allah memberi kesabaran dan bimbingan Nya kepada beliau dan keluarga. Sehingga beliau dan keluarganya bisa bangkit dari cobaan ini.

Ada potongan lain pada kisah ini yang cukup menarik bagiku. Beliau memahami bahwa kondisi fisiknya tidak lagi ideal menjadi seorang suami, maka beliau menawarkan dan mengikhlaskan istrinya untuk menikah lagi. Tapi apa yang dipilih istrinya? Istrinya tetap memilih untuk setia menemani sang suami. Bersama menghadapi cobaan yang ada, bangkit dengan cinta dan Allah dibelakangnya. Sangat menyentuh. Berharap esok hari mendapati istri seperti istri beliau. Istri yang ada disaat senang dan susah suami. Istri yang memaknai perannya sebagai ibadah, bukan sekedar penggenap tulang rusuk saja. Istri yang sholehah yang mengabadikan cintanya dengan keimanan. Allahualam. Smoga menginspirasi.

4 thoughts on “Kisah Nyata: Bangkitnya Sang Guru Mengaji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *