Tentang Saya

  1. Human Capital Development Manager at Bukalapak.com
  2. Analis SDM & Senior Talent Evaluator Lembaga Pengelola Dana Pendidikan RI (2013 – 2017)
  3. Executive Director Institute Regional Investment and Development Studies
  4. Nominator PPSDMS Award Kategori Pemimpin Pemuda dan Mahasiswa 2010
  5. Salah satu penulis di Buku ” Potret Realita Pendidikan Masa Kini” terbitan IPB Press
  6. Kordinator BEM se Bogor 2010
  7. Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB 2009
  8. Penerima Beasiswa Prestasi dan Kepemimpinan Program Pembinaan SDM Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri angkatan 4.
  9. Delegasi IPB pada Dialog Pemuda Tingkat Nasional 2009

Hendra EG lahir 18 April 1988 di sebuah kampung di kota Depok, sebut saja Kampung Rawakalong. Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui kampung ini. Hendra EG yang memiliki nama lengkap Hendra Etri Gunawan, lahir dan besar di kampung ini, hingga akhirnya dia harus hijrah ke Bogor untuk mengejar mimpi sarjananya di Institut Pertanian Bogor. Mengenyam pendidikan dasar di SDN Grogol 03 Kampung Rawakalong. Karena prestasinya yang diatas rata-rata lulusan SD tsb dari tahun ke tahun, akhirnya dia bisa melanjutkan SLTP di SLTPN 2 Depok dan melengkapi masa sekolah sebagai lulusan berprestasi SMAN 1 Depok.

Sejak SD dia terbiasa hidup sederhana dan termasuk tipe anak yang tidak banyak pinta. Sejak kecil dia memahami latar belakang ketidakmampuan keluarganya. Ayah yang seorang petugas pengangkut sampah di perumahan di daerah Cinere Depok dan Ibu yang membantu bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga, membuatnya harus bisa “menghemat” segala kebutuhan sekolahnya. Kelas 1 – 2 SLTP ia lalui dengan bersepeda ke sekolah, jarak yang cukup jauh dengan kondisi turunan dan tanjakan yang tajam membuatnya sakit dan terpaksa tidak menggunakan sepeda lagi. Kelas 3 ia sudah tidak bersepedah, namun sebagai konsekuensinya ia mulai membantu orang tuanya bekerja. Ia membantu ayahnya mendorong gerobak pengangkut sampah, hingga bekerja mencuci mobil, urus taman, dan bersih-bersih rumah di salah satu rumah yang sampahnya diangkut oleh ayahnya. Pekerjaan ini dia lakukan hingga dia lulus SMA.

“Selagi Enda masih beriman dan memiliki seorang teman, Enda tidak akan kelaparan di Bogor sana”

Kalimat singkat yang tidak pernah dilupakannya. Dengan kalimat ini dia mencoba untuk meyakinkan orang tua nya untuk mengizinkannya kuliah. Dengan bermodalkan Rp 2.000.000,00 dia nekat berangkat ke IPB, dengan harapan proses pengajuan dan negosiasinya diterima pihak IPB. Dia berbicara sendiri menghadap ke petugas dari IPB waktu itu. Singkat cerita ia hanya perlu membayar uang masuk kuliah keseluruhan sebesar Rp1.900.000,00 dari total Rp2.600.000,00.

Bekerja sebelum lulus kuliah, aktif berorganisasi, dan beberapa prestasi kepemimpian serta akademik menjadi rekam jejak semasa kuliahnya. Dia telah membuktikan bahwa kesuksesannya menjadi istimewa karena keterbatasan yang ada. Dia BANGKIT dengan nilai-nilai KEMULIAN yang dia junjung, BANGKIT MULIA.

Saksikan kisah lengkapnya disini. Baca profil lengkap Hendra EG disini

5 thoughts on “Tentang Saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *